Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, ok.
Kamis, 20 November 2008
Senin, 10 November 2008
Renungan Minggu Ini
" Kebohongan satu kali akan membutuhkan beribu-ribu kebohongan untuk menutupinya "
Pelatihan ICT 2008 Kab.banyuwangi
Pelatihan ICT 2008 yang diadakan oleh PMPTK bekerjasama dengan Universitas Malang telah berakhir Sabtu malam pukul 08.00 wib. Pelatihan yang rencananya berlangsung sampai Hari Senin, 10 Nopember 2008 berakhir lebih awal. Namun demikian harapan semua peserta untuk dapat menguasai materi dan mempraktekkannya sangat besar. Hal ini terbukti dengan pertemuan lanjutan yang dilaksanakan oleh para peserta dari wilayah selatan Kabupaten Banyuwangi yang diikuti oleh 12 orang peserta. Pertemuan tersebut bertempat di SMA Negeri 2 Genteng dan dimotori oleh Zaenal Arifin dari SMP N 3 Pesanggaran (Sarongan) yang sekarang telah berubah menjadi SMPN 1 Pesanggaran.
Pertemuan tersebut berlangsung seru dan kooperatif berlangsung pukul 07.00 - 13.30 WIB. Agenda dari kegiatan tersebut adalah :
Pertemuan tersebut berlangsung seru dan kooperatif berlangsung pukul 07.00 - 13.30 WIB. Agenda dari kegiatan tersebut adalah :
- Mengerjakan tugas Modul 1 -12 , dan masing - masing peserta mendapat jatah mengerjakan 1 modul.
- Membuat blog melalui www.blogger.com secara sederhana. Harapan para peserta untuk lebih detail dan menariknnya blog masing-masing bisa diusahakan sendiri-sendiri.
- Men - desain pelatihan lanjutan yang disyaratkan tiap peserta melatih minimal 5 orang partisipan.
Refleksi Tahun Baru 2008 M dan 1429
oleh : Zaenal Arifin, 2008
Awal Januari yang lalu kita memperingati tahun baru 2008 masehi dan beberapa hari kemudian kita peringati tahun baru 1429 Hijriyah. Dua sejarah besar peradaban manusia dari generasi kenabian Isa AS dan Muhammad SAW. Momentum yang jarang terjadi ini diwarnai dengan banyak bencana yang melanda negeri kita Indonesia, terutama banjir dan tanah longsor di berbagai daerah. Banyak saudara kita yang kehilangan harta benda, kehilangan sanak saudara dan bahkan nyawa. Banyak saudara kita yang kelaparan, dan tertimpa penyakit. Belum selesai musibah yang satu secara tiba-tiba datang musibah yang lain. Hal ini seharusnya membuat kita lebih sabar dan prihatin, Allah SWT berfirman : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (Q.S:Al Baqarah A:155)”, namun sebaliknya.
Pada malam tahun baru 2008 masehi di berbagai daerah mulai pelosok hingga kota-kota besar. Dari tayangan televisi dapat kita saksikan terutama di kota-kota metropolitan tahun baru dirayakan dengan wah, pesta yang meriah. Banyak orang berbondong-bondong menuju alun-alun kota sambil meniup terompet saling bersahutan. Kendaraan bermotor menderu sekeras mungkin berputar-berputar di jalanan. Dentuman suara musik hingar-bingar hingga pergantian tahun. Beberapa buah, kilo atau bahkan kwintal dan ton kembang api dinyalakan. Beberapa juta, milyar atau bahkan trilyun rupiah dihabiskan dalam satu malam.
Kalau boleh dikatakan terlalu berlebihan peringatan pergantian tahun baru masehi tersebut, padahal tahun masehi yang “ identik ” dengan Nabi Isa AS seharusnya mengilhami sifat – sifat “ kemanusiaan “ yang dicontohkan beliau, diantaranya suka menolong. Firman Allah SWT : “. . . dan (ingatlah) di waktu kamu (Isa AS) menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, . . . Q.S: Al Maaidah A:110 ”. Menilik dari hal tersebut sepatutnya uang yang dihabiskan pada malam tahun baru masehi 2008 alangkah sangat mulia apabila diberikan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah, sehingga lebih bermakna dari pada sekadar euforia belaka.
Tahun hijriyah identik dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan para sahabat (muhajirin) dari Kota Mekah menuju Kota Madinah. Para muhajirin merupakan kalau boleh dikatakan kaum “tertindas” di tempat asalnya (Mekah) oleh Kaum Quraish penguasa pada saat itu. Penduduk Kota Madinah biasa disebut kaum penolong (anshor) yang sebenarnya orang lain (hanya sebagain kecil saudara seagama) menerima , menyediakan tempat dan makanan untuk mereka. Kota Madinah yang sebelumnya adalah kota kecil bernama Yastrib berangsur-angsur menjadi kota “metropolitan” yang baldatun, thoyyibatun warobbun ghofur berkat kekompokan orang-orang yang teraniaya (muhajirin) dengan para penolongnya (kaum anshor).
Sebenarnya bencana yang melanda kita saat ini adalah buah dari ulah tangan kita sendiri. Memang kalau kita bicara taqdir, hal tersebut jelas merupakan taqdir Allah SWT, namun taqdir ada yang mubram dan ada yang mu’alaq, artinya ada yang menjadi hak mutlak Allah SWT dan ada yang Allah SWT memberi kesempatan kepada kita untuk berproses di dalamnya, sehingga pada akhirya taqdir yang terjadi merupakan musabab dari sebab yang kita lakukan. “ . . . Sesungguhnya Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu (berusaha) merubah nasibnya sendiri . . . .”.
Secara ilmiah penyebab banjir salah satunya adalah curah hujan yang tinggi tidak dapat diserap oleh bumi hal ini akan menyebabkan longsor apabila tanah tidak diperkuat oleh akar-akar tumbuhan. Banyaknya Karbon Dioksida (CO2) yang dihasilkan dari hasil pembakaran di muka bumi ini juga memicu perubahan iklim yang tiada menentu. Hal ini terjadi salah satunya karena penebangan hutan yang meraja lela tanpa diimbangi dengan penanaman kembali akhirnya timbul Global Warming. Pemanasan global sangat meresahkan penduduk di bumi ini, sehingga Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berinisiatif mengadakan agenda khusus terkait permasalahan tersebut.
Pun demikian kerusakan dilautan oleh akibat ulah tangan manusia sendiri. Explorasi hasil laut yang berlebihan, pengeboran minyak lepas pantai dan sebagainya. Karenanya sudah sepantasnya bencana ini harus kita hadapi sesuai dengan firman Allah SWT: “ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).Q.S:Ar Ruum A:41 ”
Melalui momen tahun baru masehi dan hijriyah kita jadikan tonggak penyemangat untuk kembali ke jalan yang benar. Artinya tidak lagi mengadakan kerusakan di muka bumi dan berangsur – angsur memperbaiki keadaan yang ada, baik secara fisik maupun nonfisik. Dengan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT agar rahmat Allah dilimpahkan kepada kita. Allah berfirman dalam Al Qur’an Surat Al A’raaf Ayat 56: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”. Semoga tahun ini diwarnai dengan perubahan sikap Bangsa Indonesia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya menjadi lebih baik sehingga janji Tuhan dapat segera terwujud,amin.
Awal Januari yang lalu kita memperingati tahun baru 2008 masehi dan beberapa hari kemudian kita peringati tahun baru 1429 Hijriyah. Dua sejarah besar peradaban manusia dari generasi kenabian Isa AS dan Muhammad SAW. Momentum yang jarang terjadi ini diwarnai dengan banyak bencana yang melanda negeri kita Indonesia, terutama banjir dan tanah longsor di berbagai daerah. Banyak saudara kita yang kehilangan harta benda, kehilangan sanak saudara dan bahkan nyawa. Banyak saudara kita yang kelaparan, dan tertimpa penyakit. Belum selesai musibah yang satu secara tiba-tiba datang musibah yang lain. Hal ini seharusnya membuat kita lebih sabar dan prihatin, Allah SWT berfirman : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (Q.S:Al Baqarah A:155)”, namun sebaliknya.
Pada malam tahun baru 2008 masehi di berbagai daerah mulai pelosok hingga kota-kota besar. Dari tayangan televisi dapat kita saksikan terutama di kota-kota metropolitan tahun baru dirayakan dengan wah, pesta yang meriah. Banyak orang berbondong-bondong menuju alun-alun kota sambil meniup terompet saling bersahutan. Kendaraan bermotor menderu sekeras mungkin berputar-berputar di jalanan. Dentuman suara musik hingar-bingar hingga pergantian tahun. Beberapa buah, kilo atau bahkan kwintal dan ton kembang api dinyalakan. Beberapa juta, milyar atau bahkan trilyun rupiah dihabiskan dalam satu malam.
Kalau boleh dikatakan terlalu berlebihan peringatan pergantian tahun baru masehi tersebut, padahal tahun masehi yang “ identik ” dengan Nabi Isa AS seharusnya mengilhami sifat – sifat “ kemanusiaan “ yang dicontohkan beliau, diantaranya suka menolong. Firman Allah SWT : “. . . dan (ingatlah) di waktu kamu (Isa AS) menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, . . . Q.S: Al Maaidah A:110 ”. Menilik dari hal tersebut sepatutnya uang yang dihabiskan pada malam tahun baru masehi 2008 alangkah sangat mulia apabila diberikan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah, sehingga lebih bermakna dari pada sekadar euforia belaka.
Tahun hijriyah identik dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan para sahabat (muhajirin) dari Kota Mekah menuju Kota Madinah. Para muhajirin merupakan kalau boleh dikatakan kaum “tertindas” di tempat asalnya (Mekah) oleh Kaum Quraish penguasa pada saat itu. Penduduk Kota Madinah biasa disebut kaum penolong (anshor) yang sebenarnya orang lain (hanya sebagain kecil saudara seagama) menerima , menyediakan tempat dan makanan untuk mereka. Kota Madinah yang sebelumnya adalah kota kecil bernama Yastrib berangsur-angsur menjadi kota “metropolitan” yang baldatun, thoyyibatun warobbun ghofur berkat kekompokan orang-orang yang teraniaya (muhajirin) dengan para penolongnya (kaum anshor).
Sebenarnya bencana yang melanda kita saat ini adalah buah dari ulah tangan kita sendiri. Memang kalau kita bicara taqdir, hal tersebut jelas merupakan taqdir Allah SWT, namun taqdir ada yang mubram dan ada yang mu’alaq, artinya ada yang menjadi hak mutlak Allah SWT dan ada yang Allah SWT memberi kesempatan kepada kita untuk berproses di dalamnya, sehingga pada akhirya taqdir yang terjadi merupakan musabab dari sebab yang kita lakukan. “ . . . Sesungguhnya Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu (berusaha) merubah nasibnya sendiri . . . .”.
Secara ilmiah penyebab banjir salah satunya adalah curah hujan yang tinggi tidak dapat diserap oleh bumi hal ini akan menyebabkan longsor apabila tanah tidak diperkuat oleh akar-akar tumbuhan. Banyaknya Karbon Dioksida (CO2) yang dihasilkan dari hasil pembakaran di muka bumi ini juga memicu perubahan iklim yang tiada menentu. Hal ini terjadi salah satunya karena penebangan hutan yang meraja lela tanpa diimbangi dengan penanaman kembali akhirnya timbul Global Warming. Pemanasan global sangat meresahkan penduduk di bumi ini, sehingga Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berinisiatif mengadakan agenda khusus terkait permasalahan tersebut.
Pun demikian kerusakan dilautan oleh akibat ulah tangan manusia sendiri. Explorasi hasil laut yang berlebihan, pengeboran minyak lepas pantai dan sebagainya. Karenanya sudah sepantasnya bencana ini harus kita hadapi sesuai dengan firman Allah SWT: “ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).Q.S:Ar Ruum A:41 ”
Melalui momen tahun baru masehi dan hijriyah kita jadikan tonggak penyemangat untuk kembali ke jalan yang benar. Artinya tidak lagi mengadakan kerusakan di muka bumi dan berangsur – angsur memperbaiki keadaan yang ada, baik secara fisik maupun nonfisik. Dengan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT agar rahmat Allah dilimpahkan kepada kita. Allah berfirman dalam Al Qur’an Surat Al A’raaf Ayat 56: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”. Semoga tahun ini diwarnai dengan perubahan sikap Bangsa Indonesia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya menjadi lebih baik sehingga janji Tuhan dapat segera terwujud,amin.
Desain Media Pembelajaran Matematika berbantuan Komputer (CAL for Mathematics) Dinamis - Interaktif
A. Pendahuluan
Disadari atau tidak saat ini pendidikan di Indonesia berangsur – angsur semakin banyak diwarnai oleh teknologi komunikasi dan informasi dimana sistem pirantinya berbasis komputer. Penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam pembelajaran sudah berlangsung sejak seperempat abad tahun yang lalu dan biasa dinamakan dengan Computer Assisted Learning atau Computer Aided Learning (CAL), sedangkan dalam pembelajaran matematika disebut Computer Assisted Learning atau Computer Aided Learning for Mathematics (CAL for Mathematics).
Penggunaan komputer dalam pembelajaran matematika sama sekali bukan proses pembodohan siswa akan matematika secara teoritis, akan tetapi justru menambah kedalaman konsep untuk membentuk aturan (precept) yang membantu siswa dalam mengumpulkan informasi sesuai dengan sistem atau konsep yang mereka gunakan agar informasi yang diterima merupakan kebulatan yang saling bertalian dengan fenomena riel.
CAL for Mathematics juga sangat efektif untuk menciptakan suasana belajar yang mandiri. Bahkan sudah merupakan model populer untuk mengembangkan dan meningkatkan proses belajar mandiri. Dalam prakteknya model ini cenderung pada pengertian pembelajaran individu (self instruction) karena banyak mengutamakan kemampuan dan prakarsa individu dalam memahami konsep sehingga lebih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan siswa.
Tujuan tersebut akan dapat tercapai apabila guru matematika mampu menciptakan
proses pembelajaran menjadi dua arah :
1. Pembelajaran diarahkan pada pemahaman dan peningkatan siswa terhadap materi matematika secara analitis – teoritis ;
2. Guru mampu membawa siswa untuk mengimplementasikan materi matematika terhadap persoalan – persoalan riel dalam kehidupan sehari – hari.
Kedua arah pembelajaran tersebut dapat diperoleh apabila media CAL for Mathematics bersifat dinamis – interaktif. Artinya selain siswa memperoleh visualisasi materi matematika yang menarik dan atraktif, siswa juga dapat memberikan input dan menerima umpan balik (feedback) dari komputer.
B. Permasalahan
1. Bagaimanakah langkah pembuatan desain media CAL for Mathematics agar dinamis - interaktif ?
2. Software apa yang relatif mudah digunakan dalam pembuatan media CAL for Mathematics dinamis - interaktif ?
C. Pembahasan
C.1 Kriteria Desain Media CAL for Mathematics
Desain media CAL for Mathematics yang diharapkan adalah dinamis – interaktif. Dinamis adalah bergerak. Maksudnya visualisasi desain menampilkan animasi (gambar hidup), bergerak (tidak statis), dan menampilkan tampilan yang bervariasi. Sedangkan interaktif adalah antara user (dalam hal ini siswa / guru) dengan komputer terjadi aksi dan reaksi timbal – balik.
Di samping memenuhi hal diatas secara agak khusus harus memenuhi kriteria struktural dan fungsional sebagai berikut :
a. Struktural
1) Pengorganisasian Materi
Pengorganisasian dan penyampaian materi harus sesuai dengan kesiapan mental siswa agar didapatkan proses pembelajaran yang interaktif.
2) Metode Penyampaian Materi
Desain media pembelajaran seolah-olah pengganti perancangnya, sehingga desain ini harus dapat menentukan, pelaksanaan pembelajaran dan memotivasi siswa. Konsep yang ditampilkan dalam desain harus tepat dan benar. Unsur-unsur seperti reinforcement, teguran yang biasanya terdapat dalam pembelajaran konvensional harus tetap ada baik melalui visualisasi CAL for Mathematics maupun guru secara langsung.
3) Tampilan Desain Pembelajaran Dalam Komputer
4) Variasi tampilan
Visualisasi yang terlihat pada monitor komputer harus bervariasi dan tidak monoton agar siswa lebih tertarik dan tidak bosan. Variasi tersebut meliputi warna background, animasi, musik sampai dengan warna dan tipe tulisan (font).
b. Fungsional
Keakurasian dari desain media pembelajaran matematika berbantuan komputer yang telah dibuat sangat menentukan visualisasi yang dihasilkan. Visualisasi ini berfungsi untuk mengajarkan matematika melalui bantuan komputer, sehingga penekanannya adalah dinamisitas animasi dan interaktifitas pembelajaran konsep. Interaktif meliputi urutan – urutan instruksional, jawaban/respon, umpan balik yang berupa pertanyaan yang memerlukan kreatifitas dan pembedaan solusi siswa.
C.2 Langkah – langkah Pembuatan Desain CAL for Mathematics
Langkah – langkah yang harus dilakukan agar Desain CAL for Mathematics sesuai dengan kriteria tersebut adalah sebagai berikut :
1. Menganalisis materi pelajaran matematika dari berbagai referensi ;
2. Membuat struktur penyampaian materi pelajaran matematika ;
3. Menyusun flow chart (diagram alir) desain media CAL for Mathematics ;
4. Membuat desain media CAL for Mathematics ;
5. Visualisasi desain media CAL for Mathematics dalam monitor komputer ;
6. Mengadakan uji visualisasi desain media CAL for Mathematics kepada siswa, guru, desain grafis dan teknisi komputer ;
7. Refisi desain media CAL for Mathematics ;
8. Proses pembuatan desain media CAL for Mathematics selesai.
C.3. Software yang relatif mudah digunakan dalam pembuatan desain media CAL for Mathematics
Diakui atau tidak software yang biasa digunakan di Negara Indonesia adalah software under windows. Software yang mendukung dalam pembuatan desain CAL for Mathematics ada beberapa macam, namun yang pada umumnya digunakan oleh Bapak/ Ibu guru dan para siswa adalah software dalam paket Microsoft Office. Microsoft Power point merupakan pilihan utama dalam pembuatan desain CAL for Mathematics, karena merupakan software yang dirancang untuk pembuatan slide presentasi. Sehingga dalam hal penyajian dinamisitas dari media kepada user tidak perlu diragukan.
Untuk menambah dinamisitas dapat disisipi audio visual, dan dalam hal ini Microsoft Power Point menyediakan fasilitas insert movie and sounds. Dalam hal interaktifitas antara user dan media, Microsoft Power Point menyediakan tombol – tombol yang memberikan feedback kepada pemakainya, dengan fasilitas action buttons dan hyperlinks. Dinamisitas dan interaktifitas suatu media CAL for Mathematics tergantung pada sejauh mana pembuat desain (dalam hal ini guru matematika) mengeksplorasi software Microsoft Power Point, sehingga dapat dimungkinkan suatu media yang telah digunakan mengalami perbaikan atau pembaharuan data sesuai dengan keinginan pemakainya.
D. Penutup
Pembuatan desain media CAL for Mathematics dengan Microsoft Power Point perlu disertai dengan latihan soal / Ulangan Harian yang dapat merekam jawaban siswa dalam komputer. Hal ini dimaksudkan agar guru matematika dapat melakukan analisis ketuntasan belajar siswa. Untuk mendukung proses tersebut menurut hemat penulis diperlukan Local Area Network (LAN) pada waktu siswa melaksanakan ulangan harian.
Selain hal tersebut dalam pembuatan media CAL for Mathematics harus memperhatikan Kurikulum yang dipakai saat ini (Kurikulum 2006) baik untuk mata pelajaran TIK maupun mata pelajaran Matematika. Pada Kurikulum 2006 untuk TIK di SMP, belum memungkinkan software – software multimedia yang lebih dinamis – interaktif seperti Macromedia Flash, untuk itu alangkah lebih bijaksananya jika desainer CAL for Mathematics memaksimalkan eksplorasi terhadap Software Microsoft Power Point. Semoga bermanfaat, amin.
Disadari atau tidak saat ini pendidikan di Indonesia berangsur – angsur semakin banyak diwarnai oleh teknologi komunikasi dan informasi dimana sistem pirantinya berbasis komputer. Penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam pembelajaran sudah berlangsung sejak seperempat abad tahun yang lalu dan biasa dinamakan dengan Computer Assisted Learning atau Computer Aided Learning (CAL), sedangkan dalam pembelajaran matematika disebut Computer Assisted Learning atau Computer Aided Learning for Mathematics (CAL for Mathematics).
Penggunaan komputer dalam pembelajaran matematika sama sekali bukan proses pembodohan siswa akan matematika secara teoritis, akan tetapi justru menambah kedalaman konsep untuk membentuk aturan (precept) yang membantu siswa dalam mengumpulkan informasi sesuai dengan sistem atau konsep yang mereka gunakan agar informasi yang diterima merupakan kebulatan yang saling bertalian dengan fenomena riel.
CAL for Mathematics juga sangat efektif untuk menciptakan suasana belajar yang mandiri. Bahkan sudah merupakan model populer untuk mengembangkan dan meningkatkan proses belajar mandiri. Dalam prakteknya model ini cenderung pada pengertian pembelajaran individu (self instruction) karena banyak mengutamakan kemampuan dan prakarsa individu dalam memahami konsep sehingga lebih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan siswa.
Tujuan tersebut akan dapat tercapai apabila guru matematika mampu menciptakan
proses pembelajaran menjadi dua arah :
1. Pembelajaran diarahkan pada pemahaman dan peningkatan siswa terhadap materi matematika secara analitis – teoritis ;
2. Guru mampu membawa siswa untuk mengimplementasikan materi matematika terhadap persoalan – persoalan riel dalam kehidupan sehari – hari.
Kedua arah pembelajaran tersebut dapat diperoleh apabila media CAL for Mathematics bersifat dinamis – interaktif. Artinya selain siswa memperoleh visualisasi materi matematika yang menarik dan atraktif, siswa juga dapat memberikan input dan menerima umpan balik (feedback) dari komputer.
B. Permasalahan
1. Bagaimanakah langkah pembuatan desain media CAL for Mathematics agar dinamis - interaktif ?
2. Software apa yang relatif mudah digunakan dalam pembuatan media CAL for Mathematics dinamis - interaktif ?
C. Pembahasan
C.1 Kriteria Desain Media CAL for Mathematics
Desain media CAL for Mathematics yang diharapkan adalah dinamis – interaktif. Dinamis adalah bergerak. Maksudnya visualisasi desain menampilkan animasi (gambar hidup), bergerak (tidak statis), dan menampilkan tampilan yang bervariasi. Sedangkan interaktif adalah antara user (dalam hal ini siswa / guru) dengan komputer terjadi aksi dan reaksi timbal – balik.
Di samping memenuhi hal diatas secara agak khusus harus memenuhi kriteria struktural dan fungsional sebagai berikut :
a. Struktural
1) Pengorganisasian Materi
Pengorganisasian dan penyampaian materi harus sesuai dengan kesiapan mental siswa agar didapatkan proses pembelajaran yang interaktif.
2) Metode Penyampaian Materi
Desain media pembelajaran seolah-olah pengganti perancangnya, sehingga desain ini harus dapat menentukan, pelaksanaan pembelajaran dan memotivasi siswa. Konsep yang ditampilkan dalam desain harus tepat dan benar. Unsur-unsur seperti reinforcement, teguran yang biasanya terdapat dalam pembelajaran konvensional harus tetap ada baik melalui visualisasi CAL for Mathematics maupun guru secara langsung.
3) Tampilan Desain Pembelajaran Dalam Komputer
4) Variasi tampilan
Visualisasi yang terlihat pada monitor komputer harus bervariasi dan tidak monoton agar siswa lebih tertarik dan tidak bosan. Variasi tersebut meliputi warna background, animasi, musik sampai dengan warna dan tipe tulisan (font).
b. Fungsional
Keakurasian dari desain media pembelajaran matematika berbantuan komputer yang telah dibuat sangat menentukan visualisasi yang dihasilkan. Visualisasi ini berfungsi untuk mengajarkan matematika melalui bantuan komputer, sehingga penekanannya adalah dinamisitas animasi dan interaktifitas pembelajaran konsep. Interaktif meliputi urutan – urutan instruksional, jawaban/respon, umpan balik yang berupa pertanyaan yang memerlukan kreatifitas dan pembedaan solusi siswa.
C.2 Langkah – langkah Pembuatan Desain CAL for Mathematics
Langkah – langkah yang harus dilakukan agar Desain CAL for Mathematics sesuai dengan kriteria tersebut adalah sebagai berikut :
1. Menganalisis materi pelajaran matematika dari berbagai referensi ;
2. Membuat struktur penyampaian materi pelajaran matematika ;
3. Menyusun flow chart (diagram alir) desain media CAL for Mathematics ;
4. Membuat desain media CAL for Mathematics ;
5. Visualisasi desain media CAL for Mathematics dalam monitor komputer ;
6. Mengadakan uji visualisasi desain media CAL for Mathematics kepada siswa, guru, desain grafis dan teknisi komputer ;
7. Refisi desain media CAL for Mathematics ;
8. Proses pembuatan desain media CAL for Mathematics selesai.
C.3. Software yang relatif mudah digunakan dalam pembuatan desain media CAL for Mathematics
Diakui atau tidak software yang biasa digunakan di Negara Indonesia adalah software under windows. Software yang mendukung dalam pembuatan desain CAL for Mathematics ada beberapa macam, namun yang pada umumnya digunakan oleh Bapak/ Ibu guru dan para siswa adalah software dalam paket Microsoft Office. Microsoft Power point merupakan pilihan utama dalam pembuatan desain CAL for Mathematics, karena merupakan software yang dirancang untuk pembuatan slide presentasi. Sehingga dalam hal penyajian dinamisitas dari media kepada user tidak perlu diragukan.
Untuk menambah dinamisitas dapat disisipi audio visual, dan dalam hal ini Microsoft Power Point menyediakan fasilitas insert movie and sounds. Dalam hal interaktifitas antara user dan media, Microsoft Power Point menyediakan tombol – tombol yang memberikan feedback kepada pemakainya, dengan fasilitas action buttons dan hyperlinks. Dinamisitas dan interaktifitas suatu media CAL for Mathematics tergantung pada sejauh mana pembuat desain (dalam hal ini guru matematika) mengeksplorasi software Microsoft Power Point, sehingga dapat dimungkinkan suatu media yang telah digunakan mengalami perbaikan atau pembaharuan data sesuai dengan keinginan pemakainya.
D. Penutup
Pembuatan desain media CAL for Mathematics dengan Microsoft Power Point perlu disertai dengan latihan soal / Ulangan Harian yang dapat merekam jawaban siswa dalam komputer. Hal ini dimaksudkan agar guru matematika dapat melakukan analisis ketuntasan belajar siswa. Untuk mendukung proses tersebut menurut hemat penulis diperlukan Local Area Network (LAN) pada waktu siswa melaksanakan ulangan harian.
Selain hal tersebut dalam pembuatan media CAL for Mathematics harus memperhatikan Kurikulum yang dipakai saat ini (Kurikulum 2006) baik untuk mata pelajaran TIK maupun mata pelajaran Matematika. Pada Kurikulum 2006 untuk TIK di SMP, belum memungkinkan software – software multimedia yang lebih dinamis – interaktif seperti Macromedia Flash, untuk itu alangkah lebih bijaksananya jika desainer CAL for Mathematics memaksimalkan eksplorasi terhadap Software Microsoft Power Point. Semoga bermanfaat, amin.
Langganan:
Komentar (Atom)